Tampilkan postingan dengan label Diagnosa WAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diagnosa WAN. Tampilkan semua postingan

Pengertian Dynamic Routing


Dynamic routing adalah fungsi dari routing protocol yang berkomunikasi dengan router yang lain untuk saling meremajakan (update) tabel routing yang ada. Dengan demikian, administrator tidak perlu melakukan updating jalur (path) jika terjadi perubahan jalur transmisi (path). Dynamic routing umumnya digunakan untuk jaringan komputer yang besar dan lebih kompleks.
Dynamic routing di bagi menjadi 2, yaitu:
1. Interior Gateway Protokol
2. Exterior Gateway Protokol
Open Shortest Path First (OSPF) adalah routing dinamic yang masing router memiliki tabel daftar ID dari router-reiuter yang terkoneksi. Jalan yang akan di lalui adalah route yang nilainya terpendek (sesuai dengan namanya). Routing model ini termasuk smart route karena jika terputus akan mencari jalan lain secara otomatis.
Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) adalah routing protokol distance vector yang dibuat oleh Cisco. IGRP mengirimkan update routing setiap interval 90 detik. Update ini advertise semua jaringan dalam AS.
Routing Information Protocol (RIP) adalah protokol routing dinamik yang berbasisdistance vector. RIP menggunakan protokol UDP pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router. RIP menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan HOP. RIP membutuhkan waktu untuk melakukan converge. RIP membutuhkan power CPU yang rendah dan memory yang kecil dari pada protocol yang lainnya
sumber: http://albardustiman.blogspot.com/2011/01/dynamic-routing-pengertian-dynamic.html


dynamic routing merupakan metode yang paling umum digunakan. Mengapa? Karena jika kita menggunakan metode static routing maka kita harus mengkonfigurasi semua router secara manual dan ini tidak mungkin untuk seorang network administrator. Dengan menggunakan metode static routing kita membutuhkan banyak konfigurasi, sedangkan pada dynamic routing kita dapat mengkonfigurasi seminimal mungkin. Jadi sangat dimungkinkan metode dymanic routing untuk mengembangkan bagaimana router berkomunikasi dengan protocol yang digunakan. Dynamic IP routing adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi masukan masukan ke routing table secara manual.
Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi Routing table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar.
Remote network dapat dikategorikan di tabel routing dengan menggunakan protokol dynamic routing. Dynamic routing protocol contohnya sebagai berikut:
Network Discovery
Memelihara dan meng-update tabel routing- automatic network discovery. Network discovery adalah kemampuan routing protokol untuk membagi informasi tentang jaringan dengan router lainnnya dengan menggunakan routing protokol yang sama.
Daripada mengkonfigurasi router secara static, routing dinamik dapat secara otomatis membaca jaringannya dari router-router lainnya. pemilihan jalur terbaik pada setiap jaringan terdapat pada tabel routing dengan menggunakan routing dinamik.
Maintaining routing tables.
Setelah mengenal jaringannya, routing dinamik akan selalu meng-update dan menentukan jalur-jalurnya pada tabel routing. Routing dinamik tidak hanya membuat jalur terbaik ke jaringan yang berbeda, routing dinamik juga akan menentukan jalur baru yang baik jika tujuannya tidak tersedia (jika topologinya berubah), untuk ini, routing dinamik mempunyai keuntungan lebih dari routing static. router yang menggunakan dinamic routing akan secara otomatis membagi informasi routingnya kepada router yang lain dan menyesuaikan dengan topologi yang berubah tanpa pengaturan dari seorang admin jaringan.
IP routing protocol
ada beberapa routing dinamic untuk IP. dibawah ini adalah dinamik routing yang sering digunakan:
1. Routing Information Protocol (RIP)
Kelebihan
RIP menggunakan metode Triggered Update. RIP memiliki timer untuk mengetahui kapan router harus kembali memberikan informasi routing. Jika terjadi perubahan pada jaringan, sementara timer belum habis, router tetap harus mengirimkan informasi routing karena dipicu oleh perubahan tersebut (triggered update)
Mengatur routing menggunakan RIP tidak rumit dan memberikan hasil yang cukup dapat diterima, terlebih jika jarang terjadi kegagalan link jaringan
Kekurangan
Jumlah host Terbatas. RIP tidak memiliki informasi tentang subnet setiap route.
RIP tidak mendukung Variable Length Subnet Masking (VLSM). Ketika pertama kali dijalankan hanya mengetahui cara routing ke dirinya sendiri (informasi lokal) dan tidak mengetahui topologi jaringan tempatnya berada
2. Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
Kelebihan: support = 255 hop count
Kekurangan: Jumlah Host terbatas
3.Open Shortest Path First (OSPF)
Kelebihan. Tidak menghasilkan routing loop mendukung penggunaan beberapa metrik sekaligus dapat menghasilkan banyak jalur ke sebuah tujuan membagi jaringan yang besar mejadi beberapa area. Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat
Kekurangan. Membutuhkan basis data yang besar. Lebih rumit
4. Enchanced Interior Gatway Routing Protocil (EIGRP)
Kelebihan. melakukan konvergensi secara tepat ketika menghindari loop. Memerlukan lebih sedikit memori dan proses. Memerlukan fitur loop avoidance
Kekurangan. Hanya untuk Router Cisco
5. Exiterior Gateway Protocol (EGP)
Kelebihan. Sangat sederhana dalam instalasi
Kekurangan. Sangat terbatas dalam mempergunakan topologi

Laporan Akhir Diagnosa WAN Semester 5

BERIKUT ADALAH DAFTAR LAPORAN SATRIO DWI MARTHDANIC XII TKJ B SMKN 1 CIMAHI
LAPORAN AKHIR SEMESTER 1
Laporan 1 VLAN PACKET TRACER CLI
Laporan 2 VLAN PACKET TRACER MENU
Laporan 3 VLAN PACKET TRACER CLI REAL
Laporan 4 VLAN D-Link
Laporan 5 VLAN D-Link Real
Laporan 6 VLAN Level One Menu Biasa dan Real
Laporan 7 VLAN Level One Web Base Biasa dan Real
Laporan 8 VTP Packet Tracer 1
Laporan 9 VTP Packet Tracer 2
Laporan 10 VTP Real
Laporan 11 VTP Fisik
Laporan 12 STP Praktek 1
Laporan 13 STP Praktek 2
Laporan 14 STP Topologi Real
Laporan 15 PPP Praktek 1
Laporan 16 PPP Praktek 2
Laporan 17 PPP Praktek 3
Laporan 18 PPP Praktek 4
Laporan 19 PPP Praktek 5
Laporan 20 PPP Praktek Fisik 1
Laporan 21 PPP Praktek Fisik 2 PAP-PAP
Laporan 22 PPP Praktek Fisik 3 PAP - CHAP
Laporan 23 PPP Real

Aplikasi Mail Server (Zimbra)

Mail Server dengan Zimbra Collaboration Suite pada OpenSUSE

zimbra-logoZimbra Collaboration Suite (ZCS) adalah aplikasi kolaborasi yang memiliki dual lisensi. Salah satu lisensi yang dapat dipakai oleh para pengguna OpenSUSE yang menginginkan aplikasi mail server yang powerful adalah lisensi MPL (Mozilla Public License)
Zimbra Collaboration Suite 4.5 – Open Source Edition
Zimbra is an open source server and client technology for next-generation enterprise messaging and ollaboration. Zimbra delivers innovation for both the administrator and the end user as well as compatibility with existing infrastructure and applications (both open source and proprietary). Zimbra is open source in order to leverage the collective talent of the greater community, and to ensure investment protection for Zimbra partners and end-users.
The Zimbra Collaboration Suite is generally licensed under the terms of the Mozilla Public License (MPL).
Instalasi ZCS pada OpenSUSE 10.2 diambil dari posting pada Blog Migrasi Windows-Linux. Panduan ini sesuai dengan panduan pada Zimbra Forum. Langkah-langkahnya cukup mudah dan jika sudah terinstall, bayangan kerumitan setup mail server pada sistem Linux akan langsung terhapus dalam sekejap :) .
Berikut adalah langkah-langkahnya :
  1. Install OpenSuSE 10.2. Jika sudah terbiasa pada aplikasi server, gunakan pilihan installasi OpenSuSE 10.2 dalam modus Text Mode agar service yang tidak diperlukan tidak digunakan.
  2. Pastikan hostname Zimbra Server ditulis secara Fully Qualified Domain Name (FQDN). Silakan lihat pada /etc/hosts. Contoh FQDN :mailserver.perusahaan.co.id. NOTE : Untuk menghindari bias antara mail server pada ISP dengan mail server pada intranet, hindari penggunakan hostname dengan nama mail !
  3. Install postfix, fetchmail, cURL, libidn, GMP dan compat-libstdc++melalui YAST
  4. Hapus instalasi Apache, MySQL, OpenLDAP, Amavis, Spamassassin. Zimbra menggunakan port web untuk akses webmail, jadi sebaiknya webserver tidak digabung dengan Zimbra atau web server menggunakan port lain.
  5. Pastikan sudah ada DNS Server dan masukkan hostname Zimbra pada Zone yang ada untuk A dan MX Records. Sebagian besar masalah install Zimbra terletak disini. Jika DNS Server adalah mail server Zimbra sendiri, lakukan instalasi dan konfigurasi DNS Server. Salah satu panduan yang cukup mudah mengenai setting DNS Server pada OpenSUSE dapat dibaca pada : DNS Setting on OpenSUSE 10.2.
  6. Download Zimbra, ambil binaries untuk SuSE 10. Contoh pada panduan ini menggunakan zcs-4.5.5_GA_838.SuSE10.tgz dengan besar 194.9 MB
  7. Copy ke folder instalasi, misalnya /opt
  8. Ekstrak file Zimbra
  9. # tar -zxvf zcs-4.5.5_GA_838.SuSE10.tgz
  10. Masuk ke folder Zimbra
  11. # cd zcs
  12. Ubah file /etc/syslog-ng/syslog-ng.conf dan tambahkan baris berikut pada bagian bawah file
  13. filter f_local0 { facility(local0); }; # zimbra destination zmail { file("/var/log/zimbra.log" owner("zimbra") ); }; # zimbra log { source(src); filter(f_mail); destination(zmail); }; # zimbra destination local0 { file("/var/log/zimbra.log" owner("zimbra") ); }; # zimbra log { source(src); filter(f_local0); destination(local0); }; # zimbra filter f_auth { facility(auth); }; # zimbra destination zmauth { file("/var/log/zimbra.log" owner("zimbra") ); }; # zimbra log { source(src); filter(f_auth); destination(zmauth); }; # zimbra
  14. Matikan service yang kemungkinan bisa konflik dengan Zimbra
  15. #service postfix stop #chkconfig postfix off
  16. Install Zimbra
  17. # ./install.sh Satu-satunya hal yang diperlukan saat proses install adalah mengubah password Admin (biasanya ditandai dengan tanda bintang). Lakukan perubahan dengan menekan angka yang bersesuaian dengan menu.
  18. Pada saat proses install sampai pada menu Zimbra, buka terminal lain (dalam tab terpisah misalnya) dan ketik perintah :
  19. # ln -s /usr/lib/libexpat.so.1.5.0 /opt/zimbra/httpd-2.0.54/lib/libexpat.so.0 ; chmod 640 /etc/sudoers
  20. Hapus service Zimbra
  21. # chkconfig --del zimbra
  22. Ubah file /etc/init.d/zimbra dan tambahkan baris berikut pada bagian bawah komentar (komentar ada pada bagian atas file)
  23. ### BEGIN INIT INFO # Provides: zimbra # Required-Start: $network $syslog # Required-Stop: # Default-Start: 3 5 # Default-Stop: 0 1 2 6 # Description: Zimbra mail service ### END INIT INFO
  24. Ubah perintah “killall -HUP syslogd” dengan “/sbin/rcsyslog restart”pada file /opt/zimbra/bin/zmsyslogsetup dan/opt/zimbra/conf/zmlogrotate
  25. - Restart syslog
    # /sbin/rcsyslog restart
  26. Masukkan service Zimbra
  27. # chkconfig --add zimbra ;chkconfig zimbra on
  28. Jalankan Zimbra
  29. # su - zimbra # /opt/zimbra/bin/zmcontrol stop # /opt/zimbra/bin/zmcontrol start # exit
  30. Zimbra mail server dapat diakses dengan port SMTP : 25 dan port POP3 : 110 (with TLS support).
  31. Zimbra webmail dapat diakses dengan mengetik address http://nama-hostname-zimbra-server atau http://ip-address-zimbra-server
Zimbra Web Mail Drag Drop
Zimbra Home
Referensi :
  1. Instalasi Zimbra Collaboration Suite pada OpenSUSE 10.2
  2. ISP-SMTP AUthentication Relay pada Zimbra Collaboration Suite
  3. Installing Zimbra onto OpenSUSE 10.2 a Complete Guide

Cara Kerja Mail Server

email sudah jadi bagian kehidupan, apalagi untuk orang yang ‘nyemplung’ atau ‘kecemplung’ di dunia IT. tapi sebenarnya gimana c cara kerja email itu? sebenarnya sudah pernah dijelaskan panjang lebar oleh pak hsrkom (dosen JARingan KOMputer) tapi koq lupa ya (he9 nilai oriented neh..) kurang lebih si begini…..
saat kita mengirim email maka email tersebut di simpan pada email-server menjadi satu file berdasarkan tujuan email yang berisi sumber dan juga tujuan, serta dilengkapi tanggal dan waktu pengiriman. Pada saat kita hendak membaca email maka kita mengakses email server dan membaca pada file yang adalah milik kita dan berisi email untuk kita dan menampilkannya pada browser.
misalnya kita memiliki account mBudi, maka pada saat martinB mengirim email ke mBudi maka pada email server terdapat mBudi.txt yang berisi
From: martinB
To: mBudi
kamu koq keren abies c
regards,
martinB
saat mBudi ini membaca email pada inboxnya maka data tersebut yang dikirim dan ditampilkan pada browser mBudi.
pada email server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing server. server yang biasa menangani outgoing email adalah server SMTP(Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani incoming email adalah POP3(Post Office Protcol) pada port 110 atau IMAP(Internet Mail Access Protocol) pada port 143.
email1
Saat anda mengirim email maka email anda akan ditangani oleh SMTP server dan akan dikirim ke SMTP server tujuan, baik secara langsung maupun melalui melalui beberapa SMTP server dijalurnya. apabila server tujuan terkoneksi maka email akan dikirim, namun apabila tidak terjadi koneksi maka akan simasukkan ke dalam queue dan di ‘resend setiap 15 menit’. Apabila dalam 5 hari tidak ada perubahan maka akan diberikan undeliver notice ke inbox pengirim.
email2
Apabila email terkirim email akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. jika menggunakan POP3 server maka apabila kita hendak membaca email maka email pada server di download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang mendownload email tersebut, dengan kata lain kita hanya bisa membaca email tersebut pada device yang mendownload email tersebut. berbeda dengan POP3 IMAP server mempertahankan email pada server sehingga email dapat dibuka kembali lewat device yang berbeda .
semoga bermanfaat

Pengertian Mail Server


     Adalah Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa http://FTP.

     Email adalah fasilitas di internet untuk keperluan surat menyurat. Sebagaimana layaknya kegiatan surat-menyurat melalui jasa pos, email mampu menangani jasa pengiriman berita dan dokumen dalam bentuk data elektronik (file), termasuk jasa e-card (kartu ucapan elektronik). Untuk memanfaatkan fasilitas email, sebelumnya harus memiliki sebuah alamat email, yang lazim disebut email address atau email account. Account email dapat diperoleh dari sebuah situs penyedia fasilitas email. Hingga saat ini, fasilitas e-mail banyak disediakan secara gratis oleh situs-situs internetlokal dan internasional (tidak dibedakan fungsinya).

     Statistik menunjukan bahwa untuk e-mail merupakan aplikasi utama yang sering digunakan oleh pengguna Internet, terutama pengguna veteran bukan pemula. Tentunya dalam sebuah kantor, sekolah, institusi yang mempunyai banyak pengguna akan sangat tidak praktis jika setiap orang harus diberikan komputer & modem untuk mengakses e-mail. Akan lebih sederhana, jika kita bisa membuatkan sebuah e-mail server yang akan mengatur e-mail untuk semua orang, mengambilkan semua mail di Internet, mengirimkan mail ke Internet, maupun mengirimkan e-mail antar pengguna lokal.


Pengertian PPP (Point to Point Protocol)

Pengertian PPP (Point to Point)

Adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada Wide Area Network. Protocol ini bekerja pada lapisan data link.


Fitur PPP Protokol


  1. PPP protocol beroperasi melalui koneksi interface piranti Data Communication Equipment (DCE) dan piranti Data Terminal Equipment (DTE).
  2. PPP protocol dapat beroperasi pada kedua modus synchronous (dial-up) ataupun asynchronous dan ISDN.
  3. Tidak ada batas transmission rate
  4. Keseimbangan load melalui multi-link
  5. LCP dipertukarkan saat link dibangun untuk mengetest jalur dan setuju karenanya.
  6. PPP protocol mendukung berbagai macam protocol layer diatasnya seperti IP; IPX; AppleTalk dan sebagainya.
  7. PPP protocol mendukung authentication kedua jenis clear text PAP (Password Authentication Protocol) dan enkripsi CHAP (Chalange Handshake Authentication Protocol)
  8. NCP meng-encapsulate protocol layer Network dan mengandung suatu field yang mengindikasikan protocol layer atas

Diagram berikut menunjukkan bagaimana PPP protocol dihubungkan dengan model OSI.



PPP Protocol vs model OSI

PPP mengandung Header yang mengindikasikan pemakaian protocol layer Network.PPP protocol Link Control Protocol (LCP) merupakan sayu set layanan-layanan yang melaksanakan setup link dan administrasi meliputi:

1. Yesting dan negosiasi Link
2. Kompresi
3. Authentication
4. Deteksi error

PPP protocol dapat berjalan pada bermacam-macam standard physical synchronous dan asynckronous termasuk:

1. Serial asynchronous seperti dial-up
2. ISDN
3. Serial synchronous
4. HIgh Speed Serial Interface (HSSI)

PPP protocol membentuk komunikasi dalam tiga fase:

1. Membuka link dan membentuk sesi dengan saling bertukar LCP
2. Membentuk opsi authentication melalui PAP atau CHAP, CHAP sangat direkomendasikan.
3. Setuju dengan protocol layer diatasnya (IP; IPX; AppleTalk; dll)


Konfigurasi PPP protocol


Default protocol point-to-point untuk router Cisco adalah HDLC (High-Level Data Link Control) yang mana umum dipakai pada leased line seperti T1; T3 dll, akan tetapu HDLC tidak support authentication. KDLC adalah patennya Cisco jadi bukan standard industry, jadi hanya bisa dipakai sesame Cisco saja.
Bagaimana cara untuk enable PPP protocol? Berikut ini adalah implementasi PPP protocol:

Router# configure terminal
Router (config)# interface serial 0
Router (config-if) # encapsulation ppp
Router (config-if) # exit

PPP protocol diinisialisasi dan di enable pada interface serial 0. Langkah selanjutnya adalah men-set jenis authentication yang dipakai:

Router (config) # int s0
Router (config-if) # ppp authentication pap
Or you can use the CHAP authentication method.
Router (config-if) # ppp authentication chap
Router (config-if) # ^Z
Router # show int s0

CHAP direkomendasikan sebagai metoda authentication PPP protocol, yang memberikan suatu authentication terenkripsi dua arah yang mana lebih secure daripada PAP. Jika jalur sudah tersambung, kedua server di masing-2 ujung saling mengirim pesan ‘Challenge’. Segera setelah pesan ‘Challenge’ terkirim, sisi remote yang diujung akan merespon dengan fungsi ‘hash’ satu arah menggunakan Message Digest 5 (MD5) dengan memanfaatkan user dan password mesin local. Kedua sisi ujung router harus mempunyai konfigurasi yang sama dalam hal PPP protocol ini termasuk metoda authentication yang dipakai.

Router (config) # username router password cisco
Router (config) # interface serial 0
Router (config-if) # encapsulation ppp
Router (config-if) # ppp chap hostname router
Router (config-if) # ppp authentication chap

Cara konfigurasi authentication jika digunakan metoda CHAP bisa dijelaskan dalam diagram berikut:



PPP protocol - CHAP authenticatin

• Konfigurasi kedua router dengan username dan password
• Username yang dipakai adalah hostname dari router remote
• Password yang dikonfigurasikan haruslah klop sama

Jika authentication PAP dipakai, password akan dipakai dan dikirim dalam authentication process. Akan tetapi jika CHAP dipakai, password merupakan shared secret yang tidak dikirim dalam proses authentication.


Referensi
www.sysneta.com/ppp-protocol

Pengertian STP (Spanning Tree Protocol)

[2005.jpg]Saat desain LAN memerlukan beberapa switch, umumnya network enginer menyertakan segment LAN yang redundant diantara switch-switch tersebut. Tujuannya sederhana, switch-switch berkemungkinan mengalami kegagalan beroperasi, atau ada kemungkinan kabel terputus atau ter-unplug sehingga dengan adanya segment redundant ini, layanan network masih bisa berjalan walaupun ada kendala diatas.
LAN dengan link yang redundant memungkinkan frame mengalami looping didalam network tanpa henti. Frame yang looping ini menyebabkan gangguan performansi pada network. Oleh karena itu, LAN memanfaatkan Spanning Tree Protocol (STP), yang memungkinkan LAN tetap bisa menggunakan link redundant tanpa harus menanggung resiko adanya frame yang looping dalam network.
Tanpa adanya Spanning Tree Protocol (STP), LAN dengan link yang redundant mengakibatkan adanya frame yang looping tanpa henti didalam network. Dengan STP, beberapa switch akan mem-block interface/port-nya agar port tersebut tidak bisa lagi mem-forward frames keluar. STP akan menentukan port mana yang harus di block sehingga hanya 1 link saja yang aktif dalam satu segment LAN. Hasilnya, frame tetap bisa ditransfer antar-komputer tanpa menyebabkan gangguan akibat adanya frame yang looping tanpa henti di dalam network.

Spanning Tree Protocol (IEEE 802.1d)


Kebutuhan adanya spanning tree
Problem utama yang bisa dihindari dengan adanya STP adalah broadcast storms. Broadcast storms menyebabkan frame broadcasts (atau multicast atau unicast yang destination addressnya belum diketahui oleh switch) terus berputar-putar (looping) dalam network tanpa henti. Gambar berikut adalah contoh sederhana LAN dengan link yang redundant.
redundant-link
Switch akan mem-flood frame broadcasts keluar melalui semua port/interface dalam satu VLAN kecuali port/interface dimana frame tersebut diterima. Pada gambar diatas, SW3 akan mem-forward frame dari Bob ke SW2; SW2 mem-forwardnya ke SW1; SW1 mem-forwardnya kembali ke SW3; SW3 ke SW2 lagi, dan seterusnya dan seterusnya.
Problem lain yang bisa dihindari dengan STP adalah dalam satu network yang memiliki link redundant, komputer-komputer yang aktif akan menerima kopi-an dari frame yang sama berkali-kali.
Definisi IEEE 802.1d Spanning Tree Does
STP mencegah terjadinya looping dengan menempatkan setiap port switch pada salah satu status : Forwarding atau Blocking. Interface dengan status forwarding bertingkah normal, mem-forward dan menerima frame, sedangkan interface dengan status blocking tidak memproses frame apapun kecuali pesan-pesan STP. Semua port yang berada dalam status forwarding disebut berada pada jalur spanning tree(topology STP), sekumpulan port-port forwarding membentuk jalur tunggal dimana frame ditransfer antar-segment.  Gambar berikut adalah LAN dengan link redundant yang sudah memanfaatkan STP.
redundant-stp
Dengan begini, saat Bob mengirimkan frame broadcast, frame tidak mengalami looping. Bob mengirimkan frame ke SW3 (step 1), kemudian SW3 mem-forward frame hanya ke SW1(step 2), karena port Gi0/2 dari SW3 berada pada status blocking. Kemudian, SW1 mem-flood frame keluar melalui Fa0/11 dan Gi0/1 (step 3) . SW2 mem-flood frame keluar melalui Fa0/12 dan Gi0/1 (step4). Namun, SW3 akan mengabaikan frame yang dikirmkan oleh SW2, karena frame tersebut masuk melalui port Gi0/2 dari switch SW3 yang berada pada status blocking.
Dengan topology STP seperti pada gambar diatas, switch-switch tidak mengaktifkan link antara SW2 dan SW3 untuk keperluan traffick dalam VLAN. Namun, jika link antara SW1 dan SW3 mengalami kegagalan dalam beroperasi, maka STP akan membuat port Gi0/2 pada SW3 menjadi forwarding sehingga link antara SW3 dan SW2 menjadi aktif dan frame tetap bisa ditransfer secara normal dalam VLAN.
Cara Kerja Spanning Tree
STP menggunakan 3 kriteria untuk meletakkan port pada status forwarding :
  • STP memilih root switch. STP menempatkan semua port aktif pada root switch dalam status Forwarding.
  • Semua switch non-root menentukan salah satu port-nya sebagai port yang memiliki ongkos (cost) paling kecil untuk mencapai root switch. Port tersebut yang kemudian disebut sebagai root port (RP) switch tersebut akan ditempatkan pada status forwarding oleh STP.
  • Dalam satu segment Ethernet yang sama mungkin saja ter-attach lebih dari satu switch. Diantara switch-switch tersebut, switch dengan cost paling sedikit untuk mencapai root switch disebut designated bridge, port milik designated bridge yang terhubung dengan segment tadi dinamakan designated port (DP). Designated port juga berada dalam status forwarding.
Semua port/interface selain port/interface diatas berada dalam status Blocking.
STP Bridge ID dan Hello BPDU
STP bridge ID (BID) adalah angka 8-byte yang unik untuk setiap switch. Bridge ID terdiri dari 2-byte priority dan 6-byte berikutnya adalah system ID, dimana system ID berdasarkan pada MAC address bawaan tiap switch. Karena menggunakan MAC address bawaan ini dapat dipastikan tiap switch akan memiliki Bridge ID yang unik.
STP mendefinisikan pesan yang disebut bridge protocol data units (BPDU), yang digunakan oleh switch untuk bertukar informasi satu sama lain. Pesan paling utama adalah Hello BPDU, berisi Bridge ID dari switch pengirim.
Pemilihan Root Switch
Switch-switch akan memilih root switch berdasarkan Bridge ID dalam BPDU. Root switch adalah switch dengan Bridge ID paling rendah. Kita ketahui bahwa 2-byte pertama dari switch digunakan untuk priority, karena itu switch dengan priority paling rendah akan terpilih menjadi root switch.
Namun kadangkala, ada beberapa switch yang memiliki nilai priority yang sama, untuk hal ini maka pemilihan root switch akan ditentukan berdasarkan 6-byte System ID berikutnya yang berbasis pada MAC address, karena itu switch dengan bagian MAC address  paling rendah akan terpilih sebagai root switch.
Menentukan Root Port dari setiap switch
Selanjutnya dalam proses STP adalah, setiap non-root switch akan menentukan salah satu port-nya sebagai satu-satunya root port miliknya. Root port dari sebuah switch adalah port dimana dengan melalui port tersebut switch bisa mencapai root switch dengan cost paling kecil.
Menentukan Designated Port untuk setiap segment LAN
Designated port untuk setiap segment dalam LAN adalah switch port yang mengirimkan paket Hello ke segment LAN dengan cost terkecil. Ketika switch non-root mengirimkan pesan Hello, maka switch non-root akan menyertakan nilai cost tersebut kedalam pesan. Hasilnya, switch dengan cost terkecil untuk mencapai root switch menjadi DP dalam segment tersebut.
Saat Terjadi Perubahan dalam network
Berikut adalah proses yang terjadi saat topology STP berjaln normal tanpa ada perubahan:
  1. Root switch membuat dan mengirimkan Hello BPDU dengan cost 0 keluar melalui semua port/interfacenya yang aktif.
  2. Switch non-root menerima Hello dari root port miliknya. Setelah mengubah isi dari Hello menjadi Bridge ID dari switch pengirim, switch mem-forward Hello ke designated port.
  3. Langkah 1 dan 2 berulang terus sampai terjadi perubahan pada topology STP.
Ketika ada interface atau switch yang gagal beroperasi, maka topology STP akan berubah; dengan kata lain terjadi STP convergence.
  • Interface yang tetap berada dalam status yang sama, maka tidak perlu ada perubahan.
  • Interface yang harus berubah dari forwarding menjadi blocking, maka switch akan langsung merubahnya menjadi blocking.
  • Interface yang harus berubah dari blocking menjadi forwarding, maka switch pertama kali akan mengubahnya menjadi listening, kemudian menjadi learning.Setelah itu interface akan diletakkan pada status forwarding.
Saat terjadi STP Convergence, switch akan menentukan interface-interface mana yang akan dirubah statusnya. Namun, perubahan status dari blocking menjadi forwarding tidak bisa langsung dilakukan begitu saja, karena dapat menyebabkan frame looping temporarer. Untuk mencegah terjadinya looping temporarer itu, STP harus merubah status port tersebut menjadi 2 status transisi terlebih dahulu sebelum merubahnya menjadi forwarding:
  • Listening: seperti halnya blocking, interface dalam keadaan listening tidak mem-forward frame. (15 detik)
  • Learning: interface dalam status ini masih belum mem-forward frame, tapi switch sudah mulai melakukan pemeriksaan MAC address dari frame-frame yang diterima pada interface ini. (15 detik)
Switch akan menunggu 20 detik sebelum memutuskan untuk melakukan perubahan status dari blocking menjadi forwarding, setelah itu butuh waktu 30 detik untuk transisi ke Listening dan Learning terlebih dahulu. karena itu total yang dibutuhkan agar suatu port berubah dari blocking menjadi forwarding adalah 20+30=50 detik.
EtherChannel
EtherChannel mengkombinasikan beberapa segment parallel yang memiliki kecepatan yang sama menjadi satu. Switch memperlakukan EtherChannel sebagai interface tunggal berkenaan dengan proses memforward frame seperti halnya juga STP. Hasilnya, jika salah satu link gagal, tapi salah satu link lain dalam EtherChannel masih beroperasi, maka STP tidak akan terjadi.
EtherChannel juga menyediakan bandwidth yang lebih banyak. Trunk-trunk pada EtherChannel berada pada status forwarding semua atau blocking semua, karena STP memperlakukan semua trunk pada EtherChannel sebagai 1 trunk. Saat EtherChannel berada pada status forwarding, maka switch akan melakukan load-balance (membagi rata) traffik pada semua trunk, sehingga bandwidth yang tersedia jadi lebih banyak.
etherchannel
PortFast
PortFast memungkinkan switch untuk menempatkan sebuah interface kedalam status forwarding secara langsung tanpa harus menunggu 50 detik. Tetapi, hanya port yang diketahui tidak akan dihubungkan dengan switch yang lain yang bisa dijalankan fitur PortFast.

Sumber:  http://pekoktenan.wordpress.com/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews