Tampilkan postingan dengan label Web Desain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Web Desain. Tampilkan semua postingan

Kode Warna HTML Lengkap

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_gY__U_sIQDZHOJEr1BZ18IYlBaIfvEhftdxD66a-vtrqMggvtq-SQs_stNpwS_0qBF0ecvAU9ga9lit2US-6gBfCHsqHgIu1r1koRiVbhbqrmFIlFybQI3qQw9UWLVmD4WB4o_jCNv0/s400/kumpulan_kode_warna_html_t4belajarblogger.JPG

     Dalam membuat suatu website anda pasti membtuhkan warna-warna agar web anda dapat menarik perhatian, tanpa warna maka web anda akan terasa membosankan. Tetapi dengan warna yang sangat banyak, tentulah anda akan repot apabila memasukkan warna yang lebih tepat untuk dimasukkan seperti mis color="red" hasilnya hanya akan berupa warna merah yang itu saja, sedangkan bila kita menggunakan kode akan lebih mudah dan bisa mengaturnya secara lebih mudah.
Berikut adalah kumpulan kode warna html





#FFFFFF
#FFFFCC
#FFFF99
#FFFF66
#FFFF33
#FFFF00
#FFCCFF
#FFCCCC
#FFCC99
#FFCC66
#FFCC33
#FFCC00
#FF99FF
#FF99CC
#FF9999
#FF9966
#FF9933
#FF9900
#FF66FF
#FF66CC
#FF6699
#FF6666
#FF6633
#FF6600
#FF33FF
#FF33CC
#FF3399
#FF3366
#FF3333
#FF3300
#FF00FF
#FF00CC
#FF0099
#FF0066
#FF0033
#FF0000
#CCFFFF
#CCFFCC
#CCFF99
#CCFF66
#CCFF33
#CCFF00
#CCCCFF
#CCCCCC
#CCCC99
#CCCC66
#CCCC33
#CCCC00
#CC99FF
#CC99CC
#CC9999
#CC9966
#CC9933
#CC9900
#CC66FF
#CC66CC
#CC6699
#CC6666
#CC6633
#CC6600
#CC33FF
#CC33CC
#CC3399
#CC3366
#CC3333
#CC3300
#CC00FF
#CC00CC
#CC0099
#CC0066
#CC0033
#CC0000
#99FFFF
#99FFCC
#99FF99
#99FF66
#99FF33
#99FF00
#99CCFF
#99CCCC
#99CC99
#99CC66
#99CC33
#99CC00
#9999FF
#9999CC
#999999
#999966
#999933
#999900
#9966FF
#9966CC
#996699
#996666
#996633
#996600
#9933FF
#9933CC
#993399
#993366
#993333
#993300
#9900FF
#9900CC
#990099
#990066
#990033
#990000
#66FFFF
#66FFCC
#66FF99
#66FF66
#66FF33
#66FF00
#66CCFF
#66CCCC
#66CC99
#66CC66
#66CC33
#66CC00
#6699FF
#6699CC
#669999
#669966
#669933
#669900
#6666FF
#6666CC
#666699
#666666
#666633
#666600
#6633FF
#6633CC
#663399
#663366
#663333
#663300
#6600FF
#6600CC
#660099
#660066
#660033
#660000
#33FFFF
#33FFCC
#33FF99
#33FF66
#33FF33
#33FF00
#33CCFF
#33CCCC
#33CC99
#33CC66
#33CC33
#33CC00
#3399FF
#3399CC
#339999
#339966
#339933
#339900
#3366FF
#3366CC
#336699
#336666
#336633
#336600
#3333FF
#3333CC
#333399
#333366
#333333
#333300
#3300FF
#3300CC
#330099
#330066
#330033
#330000
#00FFFF
#00FFCC
#00FF99
#00FF66
#00FF33
#00FF00
#00CCFF
#00CCCC
#00CC99
#00CC66
#00CC33
#00CC00
#0099FF
#0099CC
#009999
#009966
#009933
#009900
#0066FF
#0066CC
#006699
#006666
#006633
#006600
#0033FF
#0033CC
#003399
#003366
#003333
#003300
#0000FF
#0000CC
#000099
#000066
#000033
#000000
#465584
#EEF2F7
#3A4F6C
#00D
#434951
#555
#777
#DFE6EF
#345487
#F5F9FD
#3860BB
#BCD0ED
#C2CFDF
#F0F5FA
#D1DCEB
#003
#900
#CCE9FD
#E4EAF2
#4C77B6
#DFE6EF
#EEF2F7

Free Download CSS Menu





Free Download CSS 3 Menu Drop Down Vertical and Horizontal Here
To download Click This Link

Dasar PHP untuk Pemula

 Halaman website yang dinamis tidak dapat dibuat hanya dengan perintah-perintah HTML. Jika dengan hanya perintah-perintah HTML, setiap halaman dengan perubahan sekecil apapun harus diedit atau diulang tag-tag HTML-nya.
Karena itulah kemudian dikembangkan tehnik-tehnik untuk membuat perintah-perintah (yang biasa disebut dengan program / script) untuk menampilkan halaman-halaman web secara dinamis. Teknik inilah yang dikenal luas sebagai web programing.
Ada banyak teknik-teknik pemrograman web. Tetapi secara umum kita dapat meng kategori kannya ke dalam dua bagian berdasarkan lokasi dijalankannya perintah-perintah dalam program tersebut. Kedua kategori tersebut adalah :
  • Server-Side Programming, dimana perintah-perintah dijalankan di Web Server
  • Client-Side Programming, dimana perintah-perintah dijalankan di client, dalam hal ini adalah Browser.
PHP adalah bahasa pemrograman script Server-Side Programming yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain.
PHP adalah sebuah bahasa yang HTML embedded, artiya perintah-perintah dalam PHP dapat menyatu dengan tag-tag HTML dalam sebuah file. Sebuah program PHP tidak lebih adalah sebuah file HTML yang didalamnya kita masukan perintah-perintah tertentu.
Sintaks PHP
Karena PHP adalan sebuah bahasa yang HTML embedded maka harus ada sebuah cara untuk memisahkan bagian mana dari file tersebut yang merupakan PHP. Cara tersebut antara lain :
Titik-titik diisi dengan perintah-perintah PHP. Cara pertama sering dipergunakan karena paling ringkas, cara kedua dapat digunakan untuk kombinasi XML (Extended Markup Language), yaitu sebuah bahasa yang merupakan pengembangan dari HTML. Sedangkan cara yang ketiga dapat digunakan untuk mengantisipasi editor-editor yang tidak dapat menerima tag 1 dan 2, contohnya Frontpage.
Contoh :
  1. Echo “Hello World”;    //perintah ini menuliskan Hello World
  2. ?>
Baris 1, 2, 6 dan 7, adalah tag-tag HTML. Baris 3 dan 5 berisi escape-characters PHP sehingga semua yang berada di dalamnya adalah perintah PHP. Baris 4 adalah perintah / statemen untuk menampilkan “Hello World”.
Setiap perintah / statemen dalam PHP diakhiri dengan karakter titik koma (;). Baris 3,4 dan 5 sebenarnya juga dapat diletakan satu baris, karena escape-characters dan perintah pada PHP bisa diletakan satu baris. Pada baris 4 terdapat komentar yang ditandai dengan //.
Variabel
Variabel adalah sebuah tempat untuk menyimpan sebuah data yang nilainya dapat berubah-ubah. Setiap variabel dalam PHP diawali dengan karakter $. Misalnya variabel x dapat kita tuliskan di PHP dengan $x.
Nama variabel di PHP bersifat case-sensitive, artinya huruf besar dan huruf kecil berbeda. Meskipun demikian PHP bukan bahasa yang case sensitive, karena hanya nama variabel saja yang case sensitive, sedangkan kata kunci dan fungsi tidak.
Dalam PHP untuk menginisialisai / membuat sebuah variabel, cukup mengisi variabelnya dengan sebuah nilai tertentu yang diinginkan, tidak seperti pada bahasa tertentu yang mengharuskan programmer mendeklarasikan terlebih dahulu variabelnya.
PHP mengenali variabel dengan berbagai macam tipe, yaitu :
  1. Skalar, yaitu variabel yang hanya memiliki sebuah nilai tunggal. Variabel
    skalar dapat bertipe :
    a. Bilangan bulat, dikenal dengan istilah integer.
    b. Bilangan real (floating point), dikenal dengan istilah double.
    c. Serangkaian karakter, dikenal dngan istilah string.
  2. Array, yaitu variabel yang memiliki sekumpulan nilai tertentu dengan
    berbagai tipe skalar dan memiliki indeks, seperti sebuah tabel.
  3. Objek, yaitu variabel yang memiliki properti dan method.
Tipe dari sebuah variabel secara otomatis akan ditentukan sesuai dengan nilai yang diisikan ketika membuat variabel tersebut. Tetapi variabel juga dapat dipaksa agar bertipe tertentu dengan menggunakan casting. Sedangkan tipe array dapat diinisialisasi dengan dua cara, mengisi langsung dan dengan menggunakan perintah array.
Contoh :
  1. //inisialisasi variabel integer
  2. $x=10;  //kita mmiliki x bertipe integer
  3. $y=15;  //y juga bertipe integer
  4. $z=$x+$y;    //z juga integer dengan nilai 25
  5. ?>
Setiap variabel dalam sebuah bahasa selalu memiliki scope, yaitu posisi dimana sebuah variabel terdefinisi. Variabel dalam PHP terdefinisi pertama kali dibuat sampai file yang bersangkutan habis. Sehingga jika kita menuliskan sebuah perintah misalnya echo $a, sementara variabel a belum dibuat / diinisialisasi sebelumnya maka perintah tersebut tidak akan menghasilkan apa-apa.
Operator
Ada 6 macam operator dalam PHP, yaitu :
  • Operator Aritmatika
Contoh
Nama
Hasil
$a + $b
Penjumlahan
Jumlah dari $a dan $b
$a – $b
Pengurangan
$a dikurangi $b
$a*$b
Perkalian
Hasil kali $a dan $b
$a/ $b
Pembagian
$a dibagi $b
$a% $b
Modulus (sisa pembagian)
Sisi dari $a dibagi $b
Operator pembagian (“/”) menghasilkan integer jika kedua operan bertipe integer. Jika kedua atau salah satu operan bertipe real, maka hasilnya juga real.
Untuk memudahkan penulisan, beberapa penulisan ringkas dimungkinkan.
Contoh :
  1. $x=2;
  2. $x++;echo “$x
    ”; // x bernilai 3
  3. $x–; echo “$x
    ”; // x bernilai 2 lagi
  4. $x+=5; echo “$x
    ”; // x bernilai 7
  5. $x-=3; echo “$x
    ”; // x bernilai 4
  6. $x*=6; echo “$x
    ”; // x bernilai 24
  7. $x/=4; echo “$x
    ”; // x bernilai 6
  8. ?>
  • Operator String. Hanya ada satu operator string dalam PHP, yaitu penggabungan (“.”). Perhatikan contoh 2 baris 20.
  • Operator Penugasan (Assignment) Operator penugasan dalam PHP adalah “=”. Artinya operan disebelah kiri kita isi dengan operan disebelah kanan. Perhatikan contoh 2 yang penuh dengan operan ini.
  • Operator BitwiseSebuah integer sebenarnya diinterprestasikan dalam bentuk bit-bit.
    Operator Bitwise mengubah bit-bit tertentu dalam sebuah integer menjadi on atau off.
Contoh
Nama
Hasil
$a & $b
And
Bit yang on di kedua $a dan $b menjadi on
$a | $b
Or
Bit yang on di salah satu $a atau $b menjadi on
..
~$a
Not
Bit yang on di $a menjadi tidak on
  • Operator Logika
Contoh
Nama
Hasil
$a and $b
And
Benar jika $a dan $b benar
$a or $b
Or
Benar jika $a atau $b benar
$a xor $b
Or
Benar jika $a atau $B benar, tetapi tidak jika keduanya benar
!$a
Not
Benar jika $a tidak benar, dan kebalikannya
$a && $b
And
Sama dengan and
$a || $b
Or
Sama dengan or
  • Operator Pembandingan
Contoh
Nama
Hasil
$a = =$b
Equal
Benar jika $a sama dengan $b
$a != $b
Not equal
Benar jika $a tidak sama dengan $b
$a < $b
Less than
Benar jika $a kurang dari $b
$a > $b
Greater than
Benar jika $a lebih dari $b
$a <=$b
Less than or equal to
Benar jika $a kurang atau sama dengan $b
$a >= $b
Greter than or
equal to
Benar jika $a lebih atau sama dengan $b
Percabangan
Perintah pencabangan adalah perintah yang memungkinkan pemilihan atas perintah berikutnya yang akan dijalankan.
Ada dua macam perintah pencabangan pada PHP,
yaitu :
  • IF
  • WITCH
Perintah IF memungkinkan kita untuk memilih perintah berikutnya yang akan dijalankan sesuai dengan kondisi tertentu.
Contoh :
  1. $a = 5;
  2. $b = 6;
  3. if ($a>$b) {
  4. echo “a lebih besar dari b”;
  5. }
  6. Else {
  7. Echo “a lebih kecil atau sama dengan b”;
  8. }
  9. ?>
Baris 7 dijalankan jika kondisi pada baris 6 bernilai benar. Baris10 akan dijalankan jika kondidi pada baris 6 bernilai salah.
Perintah SWITCH dapat digunakan percabangan untuk mengevaluasi apakah sebuah variabel / ekspresi bernilai tertentu.
Contoh :
  1. $suhu = 25;
  2. $b = 6;
  3. if ($a>$b) {
  4. echo “a lebih besar dari b”;
  5. }
  6. Else {
  7. Echo “a lebih kecil atau sama dengan b”;
  8. }
  9. ?>
Fungsi
Fungsi adalah sekumpulan perintah operasi program yang dapat menerima argumen input dan dapat memberikan hasil output yang dapat berupa sebuah nilai ataupun sebuah hasil operasi.
Fungsi dideklarasikan dengan statemen function diikuti nama fungsi dan beberapa argumen input.
Sintak :
function ( argumen_input ) { operasi fungsi; return nilai; }
Contoh :
function kali( $bil1 ,$bil2 ) { $hasil = $bil1 * $bil2; return $hasil; }
Dalam pemberian sebuah nama fungsi, maka nama fungsi itu tidak boleh sama dengan nama fungsi yang telah disediakan oleh PHP contohnya fungsi echo, print dan lain-lain.
Argumen Fungsi secara default, argumen dikirimkan ke fungsi adalah berupa nilai saja. Jadi kita tidak bisa mengubah nilai variable yang dipakai sebagai argumen di dalam fungsi. Jika kita mengubah nilai argumen di dalam fungsi maka nilai asli pada variable tetap.
Agar kita dapat mengubah nilai asli variable di dalam fungsi maka kita harus mengirimkan argumen berdasarkan reference. Caranya dengan menambahkan tanda “&” didepan variable saat kita memanggil fungsi.
Contoh :
function tambah_satu ( $a ) { $a++ ; } $a = 10; tambah_satu ( &$a ); // tanda & digunakan untuk mereferensikan variabel echo $a ; // output 11 ?>
Kalau cuma untuk satu tahap biasanya fungsi kurang bermanfaat, tetapi kalau sudah beberapa proses yang memerlukan perhitungan yang sama, fungsi menjadi solusinya :
function tambah_satu ( $a ) { $a++ ; } for ($i=1, $i++, $i<=9) { $a= $i; tambah_satu ( &$a ) ; echo $a . ” “;

Kelebihan PHP 6 Dibanding Dengan yang Lain

  1. Mendukung Unicode
Pasti anda bingung dengan istilah Unicode, dan ingin bertanya apa Unicode? Unicode adalah satu cara dalam pengaturan kode biner untuk text dan bentuk tulisan lainnya. Metoda ini diharap dapat menjembatani berbagai karakter yang tidak sama dengan tulisan latin. Contohnya tulisan Cina, Arab, Aksara Bali, dan lain sebagainya.
Unicode mendukung seluruh sistem penulisan yang ada di dunia ini. Unicode merupakan karakter set dengan kemampuan multi-lingual(multi bahasa). Saat ini hampir seluruh os mendukungnya. Unicode merupakan sistem pengkodean yang digunakan selain ASCII dan EBCDIC pada system kompoter. Istilah Unicode ini sering juga disebut dengan Double Buye Character. Set karakter ASCII yang menggunakan dua bytes untuk tiap karakter. Mampu mengolah 65.536 kombinasi karakter sehingga mampu mengolah kata dari beragam bahasa di dunia.

2.  Register Global di tiadakan

Pasti bingung lagi dengan istilah Register Global?  Register Global adalah merupakan salah satu pengaturan yang berada di dalam file php.ini yang bertugas untuk mengatur apakah variabel-variabel EGCPS (environment, get, post, cookie, server) akan didaftarkan sebagai variabel global atau tidak.
Biasanya pengaturan defaultnya untuk register globals adalah on tetapi ada juga di beberapa webserver seperti xampp defaultnya off.
Sekarang apa bedanya register globals on dengan off ?  Bedanya adalah apabila pengaturan register globals  on maka kita dapat menyebutkan nama variabelnya yang berasal dari get, post, cookie, session, dan server secara langsung misalnya $simpan, Contoh :







Berbeda jika pengaturan register globals off, kita harus memanggil variabelnya :
  1. Jika method yang digunakan adalah post, maka dituliskan dengan cara $_POST[simpan],
  2. Jika method yang digunakan adalah get, maka dituliskan dengan cara $_GET[simpan],
  3. Jika method yang digunakan adalah cookie, maka dituliskan dengan cara $_COOKIE[simpan], dan
  4. Jika method yang digunakan adalah session, maka dituliskan dengan cara $_SESSION[simpan].
Contohnya :

Biasanya pengaturan defaultnya untuk register globals adalah on tetapi ada juga di beberapa webserver seperti xampp defaultnya off.
Sekarang apa bedanya register globals on dengan off ?  Bedanya adalah apabila pengaturan register globals  on maka kita dapat menyebutkan nama variabelnya yang berasal dari get, post, cookie, session, dan server secara langsung misalnya $simpan, Contoh :


Nah, karena di PHP6  Register Global sudah di tiadakan maka kita harus memanggil variablenya mengikuti pengaturan pemanggilan variabelnya menggunakan register globals off.

3.  Safe Mode di tiadakan

4.  Magic Quotes di tiadakan

Setting magic quotes (magic_quotes, magic_quotes_sybase ataupun magic_quotes_gpc)  berfungsi untuk memberikan keamanan pada setiap inputan dari sisi client. karena cukup direpotkann dengannya adanya kesalahanan “undefined functionget_magic_quotes_gpc() pada beberapa halaman, oleh karena itu lakukan langkah persuasif dengan cara mendeklarasikan fungsi get_magic_quotes_gpc()  yang hanya mengembalikan nilai false,Contoh :


5. Call Time Pass by Reference di tiadakan

Apabila anda menemukan error “Assigning the return value of new by reference is deprecated“, maka hilangkan saja tanda “&” pada deklarasi object, Contoh:


6.  Semua fungsi Case Sensitive

PHP6 membedakan penulisan besar kecil huruf, jadi variabel $simpan berbeda dengan $Simpan. Dimulai dari PHP6, semua fungsi yang built in dari PHP diharap dituliskan secara lowercase.  
7.  Ereg pindah ke Preg

Gunakanlah fungsi preg untuk regular expression daripada ereg. karena preg dapat dieksekusi lebih cepat.
 
8.  Pengambilan satu karakter pada karakter string gunakkan [].

Pada awalnya PHP menyarankan menggunakan tanda {} untuk mengakses salah satu karakter dalam string. Mulai dari PHP6, pengambilan 1 karakter pada string gunakanlah tanda [], Contoh :



 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Affiliate Network Reviews